Kategori: Rilisan Pers

  • Petrindo Jaya Kreasi Akan Mengakuisisi Seluruh Saham Multi Tambangjaya Utama

    Petrindo Jaya Kreasi Akan Mengakuisisi Seluruh Saham Multi Tambangjaya Utama

    Hal ini merupakan bagian dari strategi Petrindo untuk meningkatkan kinerja
    operasional dan integrasi rantai pasokan

    Jakarta, 25 September 2023 – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (“Perusahaan”) telah menandatangani
    Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) dengan PT Indika Indonesia Resources (“IIR”) dan Indika Capital
    Investments Pte. Ltd. (“ICI”), kedua-duanya adalah anak perusahaan PT Indika Energy Tbk (“Indika”),
    untuk memperoleh 100% kepemilikan PT Multi Tambangjaya Utama (“MUTU”) pada tanggal 22
    September 2023.

    Dalam ketentuan CSPA, perusahaan akan membeli seluruh 2.263.030.000 saham di MUTU, termasuk
    Hak Pemasaran terkait yang dimiliki oleh ICI dengan total nilai sebesar US $218 juta.
    Akuisisi kepemilikan saham di MUTU ini adalah komponen mendasar dari strategi jangka panjang
    Perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja operasional menjadi lebih efisien dan efektif
    dengan mengintegrasikan operasi serta memperkuat portofolio bisnis Perusahaan di bidang batu bara
    termal berkalori tinggi dan batu bara metalurgi.

    Daniel J. Laurente, Direktur Petrindo mengatakan, “Kepemilikan penuh kami atas MUTU tidak hanya
    akan meningkatkan produksi tahunan Petrindo, tetapi juga memperkuat operasi kami di Kalimantan
    Tengah di mana sebagian besar aset kami berada. Hal ini mengukuhkan posisi kami sebagai produsen
    batu bara termal berkualitas tinggi, memberikan efisiensi yang baik, dan memberikan efisiensi yang
    unggul dan keunggulan kompetitif kepada para pelanggan kami.”

    MUTU adalah perusahaan pertambangan batu bara termal dan batu bara metalurgi bituminous yang
    berlokasi di Kalimantan Tengah, memiliki PKP2B (Perjanjian Kontrak Karya Pertambangan Batubara)
    generasi ke-3 dengan area konsesi yang luas mencapai 24.970 hektar. Sejak memulai produksi pada
    tahun 2016, MUTU telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan mencapai laba rekord pada
    tahun 2022.
    *


    Unduh artikel

  • Perluas Portofolio Bisnis, Petrindo Jaya Kreasi Diversifikasikan Usaha ke Sektor Penambangan Batu Bara Metalurgi dan Mineral Emas

    Perluas Portofolio Bisnis, Petrindo Jaya Kreasi Diversifikasikan Usaha ke Sektor Penambangan Batu Bara Metalurgi dan Mineral Emas

    Jakarta, 4 September 2023 – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN), perusahaan induk yang
    mengelola anak usaha di bidang pertambangan batu bara dan mineral, melakukan diversifikasi usaha
    dengan merambahkan bisnisnya ke sektor penambangan batu bara metalurgi dan mineral emas.
    Melihat Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi sumber daya batu bara metalurgi
    dan emas yang besar, Perseroan pun melakukan adaptasi bisnis dan mencoba menangkap peluang
    usaha tersebut melalui dua anak usahanya, yaitu PT Daya Bumindo Karunia (DBK) dan PT Intam
    (INTAM).

    Meski telah dipetakan memiliki sumber daya batu bara metalurgi yang potensial, kenyataannya
    Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan industri atas batu bara jenis ini.
    Oleh karenanya, penambangan batu bara metalurgi oleh DBK yang berlokasi di Kabupaten Murung
    Raya, Kalimantan Tengah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah tersendiri di sektor
    pertambangan dengan berperan menekan angka impor dan memperkuat kemandirian industri
    nasional.

    Michael, Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk mengatakan, “Kami optimis perluasan cakupan
    usaha ini akan mendorong pertumbuhan bisnis yang positif bagi kami. Hal ini juga sejalan dengan
    strategi bisnis kami yang berfokus memperkuat posisi daya saing Perseroan tidak hanya di sektor
    energi, tetapi juga di sektor industri, yaitu melalui penambangan batu bara metalurgi yang mampu
    menghasilkan kokas sebagai bahan baku utama dalam industri baja. Selain itu, lini bisnis baru ini juga
    akan berkontribusi memenuhi kebutuhan dalam negeri atas batu bara metalurgi serta mendukung
    subtitusi impor.”

    Lokasi wilayah pertambangan milik DBK dengan luas 14.800 hektar ini bersebelahan langsung dengan
    konsesi batu bara milik anak usaha Perseroan lainnya, yaitu PT Bara International (BI), sehingga kedua
    anak usaha tersebut dapat memanfaatkan infrastruktur dan akses jalan yang sama untuk
    mengoptimalkan efisiensi operasional. Berdasarkan informasi yang dikompilasi oleh pihak ketiga
    independen tahun 2011 dengan menggunakan kaidah-kaidah JORC 2004, DBK mencatatkan sumber
    daya batu bara (tereka, tertunjuk, terukur) sebesar 226,1 juta ton, dengan cadangan (terkira &
    terbukti) batu bara sebesar 99,5 juta ton.

    Michael menambahkan, Perseroan akan melakukan pembaharuan cadangan dan sumber daya milik
    DBK, melaksanakan kegiatan eksplorasi lanjutan, serta penambangan batubara sesuai dengan
    Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disetujui oleh Pemerintah.
    Lebih lanjut, Perseroan melihat potensi mineral emas sebagai salah satu komoditas pertambangan
    yang penting dan bernilai tinggi. Oleh karena itu, Perseroan memasuki bisnis ini melalui anak
    usahanya, INTAM, yang memiliki wilayah konsesi pertambangan emas seluas 18.500 hektar di
    Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bersebelahan dengan dua konsesi emas lainnya di
    Sumbawa.

    “Diversifikasi usaha melalui penambangan emas ini merupakan bentuk transformasi perusahaan
    dalam memperkuat portofolio untuk bisnis yang lebih berkelanjutan. Melalui INTAM, Perseroan
    berharap dapat memberikan peningkatan kinerja yang substansial sehingga mampu berkontribusi
    memberikan nilai yang lebih baik bagi Pemegang Saham, perekonomian Indonesia, dan juga
    masyarakat sekitar,” lanjut Michael.

    Menyusul dicabutnya 2.078 Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh Pemerintah melalui Kementerian
    Investasi/Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) di awal tahun 2022, Perseroan menyambut baik
    keputusan Pemerintah untuk melakukan pembatalan atas pencabutan beberapa IUP, termasuk IUP
    milik dua anak usaha Perseroan, yaitu DBK dan INTAM. Setelah melakukan penelaahan, audiensi,
    penyampaian laporan serta pemenuhan seluruh kelengkapan administratif yang disyaratkan, maka
    BKPM membatalkan pencabutan IUP DBK dan INTAM, sehingga kedua anak usaha Perseroan tersebut
    dapat Kembali melanjutkan seluruh kegiatan operasional penambangan dan produksi di wilayah kerja
    miliknya. Saat ini, DBK dan INTAM tengah menyelesaikan proses administrasi tahap akhir yang
    dibutuhkan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pembatalan pencabutan IUP
    tersebut.

    ***

    Perseroan telah menginformasikan hal ini dalam Laporan Keuangan Interim Kuartal 2 per 30 Juni 2023 (ditelaah secara terbatas) yang telah di disampaikan melalui sistem pelaporan elektronik SPEIDX pada tanggal 30 Agustus 2023.

    Unduh artikel

  • Petrindo Jaya Kreasi : Penawaran Saham Perdana

    Petrindo Jaya Kreasi : Penawaran Saham Perdana

    Resmi Tercatat Di Bursa Efek Indonesia, Petrindo Jaya Kreasi Raih Pendanaan Rp 371,8 Miliar

    Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis Perseroan guna mendorong pertumbuhan industri pertambangan dalam negeri dan berkontribusi dalam mendorong perekonomian nasional

    Jakarta, 8 Maret 2023

    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, induk perusahaan yang mengelola anak usaha di bidang pertambangan batubara, resmi melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan dengan kode saham CUAN melepas 1,69 miliar saham biasa dengan harga penawaran Rp 220 per saham.

    Melalui aksi korporasi pertama ini, Perseroan berhasil memperoleh total pendanaan sebesar Rp371,8 miliar atau setara 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Rencana penggunaan dana IPO akan difokuskan untuk mengembangkan bisnis PT Tamtama Perkasa, anak perusahaannya yang merupakan produsen batubara termal berkualitas tinggi di Indonesia. Perseroan juga menerima lebih banyak permohonan saham 48,85x dari Perseroan yang ditawarkan dari porsi penyatuan kepada publik (oversubscribed).

    Michael, Presiden Direktur PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk mengatakan, “Kami mengapresiasi antusiasme yang luar biasa dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam debut perdana kami di pasar modal sehingga IPO kami terserap seluruhnya. Hal ini menunjukkan optimisme dan kepercayaan masyarakat terhadap bisnis pertambangan yang semakin menunjukkan tren pertumbuhan yang baik. Melalui anak perusahaan kami PT Tamtama Perkasa, kami berkomitmen untuk menjalankan bisnis pertambangan batubara berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi kemajuan industri nasional sehingga dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

    Setelah dikurangi semua biaya yang terkait dengan IPO, dana tersebut akan disalurkan kepada PT Tamtama Perkasa, yang 39,95% akan digunakan untuk membangun intermediate stockpile (ISP) dan infrastruktur pendukungnya dan sisanya 60,05% sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung kegiatan penambangan dan produksi batubara.

    Perseroan mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 28 Februari 2023, melakukan masa penawaran umum pada tanggal 2-6 Maret 2023, dan resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada tanggal 8 Maret 2023. Perseroan menunjuk Henan Putihrai Sekuritas dan BNI Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi dengan komitmen penuh IPO.

    Unduh artikel