Tag: Indonesia

  • Petrindo Groundbreaking 680 MW in East Halmahera

    Petrindo Groundbreaking 680 MW in East Halmahera

    Petrindo Jaya Kreasi Ground Breaking 680 MW Power Plant In East Halmahera

    The groundbreaking of the construction of the Power Plant project was attended by representatives from GDI’s shareholders and management, FHT, contractors, and several banks that will fund the Power Plant project, with an estimated project value of US$ 600 million (or equivalent to Rp 10 trillion).

    February 4, 2026 – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN) hereby announces that its subsidiary owned through PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI), namely PT Guna Darma Integra (GDI), today has conducted a groundbreaking to mark the start of construction of a 680 MW Power Plant project in the Feni Haltim (FHT) Industrial Park integrated industrial estate, East Halmahera, North Maluku, where FHT Industrial Park is an integrated industrial area as part of the implementation of the Indonesian government’s mineral downstream strategy to realize the potential for the development of electric vehicle battery industry centers in the country.

    The groundbreaking of the construction of the Power Plant project was attended by representatives from GDI’s shareholders and management, FHT, contractors, and several banks that will fund the Power Plant project, with an estimated project value of US$ 600 million (or equivalent to Rp 10 trillion).

    “The groundbreaking of this Power Plant project is Petrindo’s commitment to contribute and play an active role in supporting the development of the electric vehicle battery ecosystem, while continuing to increase added value for the energy sector and the nickel industry in Indonesia. The construction of this Power Plant is part of Petrindo’s long-term strategy which is in line with the Company’s vision of creating sustainable value through mineral and energy mining activities,” said Michael, President Director of PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

    Download Article

  • Petrindo melakukan Groundbreaking Pembangkit Listrik 680 MW di Halmahera Timur

    Petrindo melakukan Groundbreaking Pembangkit Listrik 680 MW di Halmahera Timur

    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN) dengan ini mengumumkan bahwa anak perusahaan yang dimiliki melalui PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI) yaitu PT Guna Darma Integra (GDI) pada hari ini telah melakukan Groundbreaking untuk menandakan telah dimulainya konstruksi proyek Pembangkit Listrik berkapasitas 680 MW di kawasan industri terintegrasi Feni Haltim (FHT) Industrial Park, Halmahera Timur, Maluku Utara yang mana FHT Industrial Park merupakan kawasan industri terintegrasi sebagai bagian dari implementasi strategi hilirisasi mineral pemerintah Indonesia untuk merealisasikan potensi pengembangan pusat industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

    Jakarta, 4 Februari 2026 PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN) dengan ini mengumumkan bahwa anak perusahaan yang dimiliki melalui PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI) yaitu PT Guna Darma Integra (GDI) pada hari ini telah melakukan Groundbreaking untuk menandakan telah dimulainya konstruksi proyek Pembangkit Listrik berkapasitas 680 MW di kawasan industri terintegrasi Feni Haltim (FHT) Industrial Park, Halmahera Timur, Maluku Utara yang mana FHT Industrial Park merupakan kawasan industri terintegrasi sebagai bagian dari implementasi strategi hilirisasi mineral pemerintah Indonesia untuk merealisasikan potensi pengembangan pusat industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

    Groundbreaking konstruksi proyek Pembangkit Listrik ini dihadiri oleh perwakilan dari pemegang saham dan manajemen GDI, FHT, kontraktor, dan beberapa Bank yang akan mendanai proyek Pembangkit Listrik yang mana nilai estimasi proyek diperkirakan mencapai US$ 600 juta (atau setara dengan Rp 10 triliun).

    Groundbreaking proyek Pembangkit Listrik ini merupakan komitmen Petrindo untuk berkontribusi serta berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, sekaligus terus meningkatkan nilai tambah bagi sektor energi dan industri nikel di Indonesia. Pembangunan Pembangkit Listrik ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Petrindo yang sejalan dengan

    visi Perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan melalui kegiatan pertambangan mineral dan energi,” ujar Michael, Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

    Unduh Artikel

  • Pengumuman Negosiasi Sehubungan Dengan Rencana Pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk

    Pengumuman Negosiasi Sehubungan Dengan Rencana Pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk

    Guna memenuhi ketentuan Pasal 4 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka (“POJK 9/2018”), dengan ini kami, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX Ticker: “CUAN”) menyampaikan informasi negosiasi sehubungan dengan rencana pengambilalihan (“Rencana Pengambilalihan”) PT Singaraja Putra Tbk (IDX Ticker: “SINI”).

    Pada tanggal pengumuman ini diterbitkan, CUAN (melalui entitas anaknya, yaitu PT Kreasi Jasa Persada dan afiliasinya) telah memiliki, secara tidak langsung, sebesar 19,99% dari modal ditempatkan dan disetor SINI dan sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham pengendali SINI, untuk mendiskusikan antara lain, kesepakatan mengenai mekanisme, perkiraan jumlah saham, harga dan waktu penyelesaian yang diantisipasi untuk Rencana Pengambilalihan. Tunduk pada hasil diskusi yang sedang dilakukan termasuk penandatanganan perjanjian definitif dan dipenuhinya seluruh persyaratan serta persetujuan yang diperlukan, diharapkan setelah penyelesaian Rencana Pengambilalihan, maka CUAN dan/atau afiliasinya akan memiliki sekurang-kurangnya 51% (lima puluh satu persen) dari jumlah seluruh saham yang telah dan/atau akan dikeluarkan oleh SINI, dan sekaligus mengendalikan manajemen SINI.

    Sebagaimana dipersyaratkan dalam POJK 9/2018, CUAN sebagai calon pengendali baru pada SINI akan, ataupun menunjuk sebuah perusahaan terkendali CUAN untuk, melaksanakan penawaran tender wajib setelah Rencana Pengambilalihan selesai dilaksanakan, dengan tetap memperhatikan ketentuan POJK 9/2018.

    Informasi mengenai CUAN sebagai calon pengendali baru SINI adalah berikut:

    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk 
    Alamat / Address : Wisma Barito Pacific Tower B, Lt.3 Tower B, Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 62-63, Jakarta 11410 
    Telp. / Telephone : 021-5308520 
    Surat elektronik / Email : corsec@petrindo.co.id 
    Kegiatan Usaha / Business Activities : Aktivitas Perusahaan Holding dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya / Holding Company Activities and Other Management Consulting Activities

    Tujuan dari Rencana Pengambilalihan ini adalah antara lain, untuk menambah aset grup CUAN, memperluas jaringan usaha, serta sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang grup CUAN untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi.

    Dalam melaksanakan Rencana Pengambilalihan termasuk perkembangan proses negosiasi (apabila ada) atas Rencana Pengambilalihan, CUAN akan memperhatikan dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk POJK 9/2018.

    Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

    Unduh Artikel

  • Petrindo Mencatatkan Kelebihan Permintaan Obligasi dan Sukuk

    Petrindo Mencatatkan Kelebihan Permintaan pada Obligasi Berkelanjutan I Tahap II & Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap II

    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN) (“Perseroan”) dengan ini mengumumkan bahwa Perseroan telah sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) sebesar 4,5 kali pada masa berlangsungnya penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025.

    20 Oktober 2025 – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN) (“Perseroan”) dengan ini mengumumkan bahwa Perseroan telah sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription)sebesar 4,5 kali pada masa berlangsungnya penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025.“

    Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan investor kepada Perseroan sebagai cerminan terhadap prospek jangka panjang Perseroan yang solid dan berkelanjutan. Kepercayaan ini menjadi katalis bagi Perseroan untuk terus menjalankan strategi pertumbuhan yang konsisten dan berkesinambungan guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Kartika Hendrawan, Direktur Perseroan.

    Dikarenakan tingginya minat dan antusiasme investor, maka Perseroan memberikan kesempatan partisipasi yang lebih besar bagi para investor dengan menambah jumlah unit Obligasi dan Sukuk yang diterbitkan, sehingga total dana yang akan dihimpun sebelumnya direncanakan sebesar Rp. 1 triliun meningkat menjadi Rp.2 triliun. Dengan rincian Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,35 triliun dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 dengan sisa imbalan ijarah sebesar Rp 650 miliar.

    Sejalan dengan perbaikan profil risiko usaha Perseroan, penerbitan Obligasi dan Sukuk di Tahap II ini mengalami penurunan tingkat bunga kupon, yaitu menjadi 8,5% dengan tenor 5 tahun, dibandingkan dengan kupon 9% dengan tenor yang sama pada Obligasi dan Sukuk Tahap I yang diterbitkan awal tahun ini. Perbaikan profil risiko tersebut memperkuat kepercayaan dari investor terhadap keberlangsungan usaha Perseroan yang dilandasi oleh umur tambang yang panjang dari setiap tambang yang dimiliki, pengembangan usaha melalui strategi diversifikasi serta didukung dengan kinerja keuangan yang baik. Sejalan dengan hal tersebut, permintaan pada tenor jangka panjang juga tercatat cukup tinggi sehingga Perseroan menerbitkan Obligasi dan Sukuk dengan tenor yang lebih panjang dibandingkan dengan Tahap I tahun 2025, yaitu tenor 7 tahun di Tahap II ini dengan tingkat kupon sebesar 9%.

    Penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I, dengan total dana yang akan dihimpun mencapai Rp. 3 triliun. Pencatatan Obligasi dan Sukuk Tahap II ini akan dicatatkan pada tanggal 27 Oktober 2025 di Bursa Efek Indonesia.

    Sebelumnya, Perseroan telah memperoleh pemeringkatan Obligasi dan Sukuk Wakalah idA (single A) & idA(sy) (single A Syariah) dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan data dan informasi dari Perseroan serta Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024.

    Berdasarkan sertifikat pemeringkatan yang diterbitkan oleh PEFINDO, ”Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat”. Sedangkan, ”Instrumen pendanaan Syariah dengan peringkat idA(sy) mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dalam kontrak pendanaan Syariah dibandingkan emiten Indonesia lainnya di Indonesia adalah kuat.




    Perseroan merupakan perusahaan holding yang menjalankan kegiatan usaha di sektor pertambangan mineral dan energi melalui anak perusahaannya. Melalui anak perusahaannya, Perseroan berfokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu pertambangan yang mencakup batu bara termal, batubara metalurgi, emas, dan perak; Jasa pertambangan yang menyediakan layanan kontrak pertambangan terintegrasi dan jasa EPC; serta infrastruktur dan jasa lainnya yang menyediakan fasilitas offshore supply base dan layanan infrastruktur lainnya.

    Unduh Artikel

  • Klarifikasi Pemberitaan Media

    Klarifikasi Pemberitaan Media

    Terkait pemberitaan yang dibuat oleh CNBC Indonesia berjudul: “Emiten Prajogo (CUAN) Caplok GDI, Garap Proyek Jumbo Bareng Danantara”,

    Jakarta, 13 Oktober 2025 – Terkait pemberitaan yang dibuat oleh CNBC Indonesia berjudul: “Emiten Prajogo (CUAN) Caplok GDI, Garap Proyek Jumbo Bareng Danantara”, dengan ini kami sampaikan klarifikasi bahwa PT Guna Dharma Integra (GDI) yang baru diakuisisi oleh Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN merupakan perusahaan independen dengan ijin pengelola pembangkit listrik yang nantinya diproyeksikan menjadi penyedia tenaga listrik untuk industri yang berada di kawasan industri Feni Haltim. 

    Selain yang berkaitan dengan kegiatan penyediaan tenaga listrik tersebut, sampai saat ini, GDI tidak memiliki hubungan dan tidak sedang melakukan pembahasan apapun terkait investasi apapun, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan entitas manapun yang berada dalam kawasan industri Feni Haltim. 

    Demikian informasi ini kami sampaikan agar para komunitas investor maupun masyarakat umum dapat menyikapi dengan seksama setiap pemberitaan yang beredar.

    Hormat kami

    Corporate Communication Petrindo 

    Untuk pertanyaan media, dapat menghubungi: corpcomm@petrindo.co.id

    Unduh Artikel

  • Petrindo Mengembangkan Pembangkit Listrik 680 MW di Halmahera Utara Senilai 600 Juta USD (10 Triliun Rupiah)

    Petrindo Mengembangkan Pembangkit Listrik 680 MW di Halmahera Utara Senilai 600 Juta USD (10 Triliun Rupiah)

    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN) dengan ini mengumumkan bahwa anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yaitu PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI) telah menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) untuk pembelian 90% saham di PT Guna Darma Integra (GDI). 

    10 Oktober 2025 – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN) dengan ini mengumumkan bahwa anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yaitu PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI) telah menandatangani Share Purchase Agreement(SPA) untuk pembelian 90% saham di PT Guna Darma Integra (GDI). 

    GDI akan mengembangkan proyek Pembangkit Listrik berkapasitas 680 MW di kawasan industri terintegrasi Feni Haltim (FHT) Industrial Park, Halmahera Timur, Maluku Utara. Nilai estimasi proyek diperkirakan mencapai US$ 600 juta (atau setara dengan Rp 10 triliun) dengan target pelaksanaan pembangunan proyek selama 28 bulan.

    “Penandatanganan perjanjian ini mencerminkan komitmen Petrindo untuk turut berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, sekaligus terus meningkatkan nilai tambah bagi sektor energi dan industri nikel di Indonesia. Akuisisi ini merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang Perusahaan dalam pengembangan energi baru yang sesuai dengan visi Perusahaan untuk menciptakan nilai lebih secara berkelanjutan melalui pertambangan mineral dan energi,” ujar Michael, Presiden Direktur PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

    Feni Haltim (FHT) Industrial Park merupakan kawasan industri terintegrasi yang merupakan bagian dari implementasi strategi hilirisasi mineral pemerintah Indonesia untuk merealisasikan potensi pengembangan pusat industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

    Unduh Artikel

  • Petrindo Jaya Kreasi menandatangani MoU dengan Cokal Limited dari Australia

    Petrindo Jaya Kreasi menandatangani MoU dengan Cokal Limited dari Australia
    tentang Kerjasama Infrastruktur Transportasi Batubara di Murung Raya, Kalimantan Tengah


     MoU ini menandai kemitraan strategis yang bertujuan untuk pengembangan infrastruktur dan
    optimalisasi transportasi batubara di Kalimantan Tengah

    Jakarta, 6 March 2024PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (“Petrindo”) menandatangani Memorandum of
    Understanding dengan Cokal Limited, sebuah perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar
    secara publik di ASX Australia.

    MoU ini menandai kemitraan strategis yang bertujuan untuk pengembangan infrastruktur dan
    optimalisasi transportasi batubara di Kalimantan Tengah.

    Daniel Laurente Jr, Direktur Petrindo mengatakan “Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini dengan
    Cokal Limited di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah ini. Inisiatif ini memberikan akselerasi
    untuk memulai dan meningkatkan aset pertambangan batubara yang dimiliki oleh Petrindo dan Cokal.
    Hal ini juga menegaskan dedikasi kami yang teguh untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
    integrasi rantai pasok Petrindo, yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi para
    pemangku kepentingan kami.”

    MoU ini juga memperkuat integrasi rantai pasok Petrindo dan efisiensi operasional PT Daya Bumindo
    Karunia, yang terletak bersebelahan dengan PT Bumi Barito Mineral, yang dimiliki oleh Cokal. Akses ke
    infrastruktur adalah kunci untuk operasi Petrindo dan melalui MoU ini, Petrindo akan secara signifikan
    mengoptimalkan efisiensi transportasinya di daerah operasionalnya.

    Unduh Artikel

  • Petrindo Jaya Kreasi Akan Mengakuisisi Seluruh Saham Multi Tambangjaya Utama

    Petrindo Jaya Kreasi Akan Mengakuisisi Seluruh Saham Multi Tambangjaya Utama

    Hal ini merupakan bagian dari strategi Petrindo untuk meningkatkan kinerja
    operasional dan integrasi rantai pasokan

    Jakarta, 25 September 2023 – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (“Perusahaan”) telah menandatangani
    Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) dengan PT Indika Indonesia Resources (“IIR”) dan Indika Capital
    Investments Pte. Ltd. (“ICI”), kedua-duanya adalah anak perusahaan PT Indika Energy Tbk (“Indika”),
    untuk memperoleh 100% kepemilikan PT Multi Tambangjaya Utama (“MUTU”) pada tanggal 22
    September 2023.

    Dalam ketentuan CSPA, perusahaan akan membeli seluruh 2.263.030.000 saham di MUTU, termasuk
    Hak Pemasaran terkait yang dimiliki oleh ICI dengan total nilai sebesar US $218 juta.
    Akuisisi kepemilikan saham di MUTU ini adalah komponen mendasar dari strategi jangka panjang
    Perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja operasional menjadi lebih efisien dan efektif
    dengan mengintegrasikan operasi serta memperkuat portofolio bisnis Perusahaan di bidang batu bara
    termal berkalori tinggi dan batu bara metalurgi.

    Daniel J. Laurente, Direktur Petrindo mengatakan, “Kepemilikan penuh kami atas MUTU tidak hanya
    akan meningkatkan produksi tahunan Petrindo, tetapi juga memperkuat operasi kami di Kalimantan
    Tengah di mana sebagian besar aset kami berada. Hal ini mengukuhkan posisi kami sebagai produsen
    batu bara termal berkualitas tinggi, memberikan efisiensi yang baik, dan memberikan efisiensi yang
    unggul dan keunggulan kompetitif kepada para pelanggan kami.”

    MUTU adalah perusahaan pertambangan batu bara termal dan batu bara metalurgi bituminous yang
    berlokasi di Kalimantan Tengah, memiliki PKP2B (Perjanjian Kontrak Karya Pertambangan Batubara)
    generasi ke-3 dengan area konsesi yang luas mencapai 24.970 hektar. Sejak memulai produksi pada
    tahun 2016, MUTU telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan mencapai laba rekord pada
    tahun 2022.
    *


    Unduh artikel

  • Perluas Portofolio Bisnis, Petrindo Jaya Kreasi Diversifikasikan Usaha ke Sektor Penambangan Batu Bara Metalurgi dan Mineral Emas

    Perluas Portofolio Bisnis, Petrindo Jaya Kreasi Diversifikasikan Usaha ke Sektor Penambangan Batu Bara Metalurgi dan Mineral Emas

    Jakarta, 4 September 2023 – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN), perusahaan induk yang
    mengelola anak usaha di bidang pertambangan batu bara dan mineral, melakukan diversifikasi usaha
    dengan merambahkan bisnisnya ke sektor penambangan batu bara metalurgi dan mineral emas.
    Melihat Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi sumber daya batu bara metalurgi
    dan emas yang besar, Perseroan pun melakukan adaptasi bisnis dan mencoba menangkap peluang
    usaha tersebut melalui dua anak usahanya, yaitu PT Daya Bumindo Karunia (DBK) dan PT Intam
    (INTAM).

    Meski telah dipetakan memiliki sumber daya batu bara metalurgi yang potensial, kenyataannya
    Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan industri atas batu bara jenis ini.
    Oleh karenanya, penambangan batu bara metalurgi oleh DBK yang berlokasi di Kabupaten Murung
    Raya, Kalimantan Tengah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah tersendiri di sektor
    pertambangan dengan berperan menekan angka impor dan memperkuat kemandirian industri
    nasional.

    Michael, Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk mengatakan, “Kami optimis perluasan cakupan
    usaha ini akan mendorong pertumbuhan bisnis yang positif bagi kami. Hal ini juga sejalan dengan
    strategi bisnis kami yang berfokus memperkuat posisi daya saing Perseroan tidak hanya di sektor
    energi, tetapi juga di sektor industri, yaitu melalui penambangan batu bara metalurgi yang mampu
    menghasilkan kokas sebagai bahan baku utama dalam industri baja. Selain itu, lini bisnis baru ini juga
    akan berkontribusi memenuhi kebutuhan dalam negeri atas batu bara metalurgi serta mendukung
    subtitusi impor.”

    Lokasi wilayah pertambangan milik DBK dengan luas 14.800 hektar ini bersebelahan langsung dengan
    konsesi batu bara milik anak usaha Perseroan lainnya, yaitu PT Bara International (BI), sehingga kedua
    anak usaha tersebut dapat memanfaatkan infrastruktur dan akses jalan yang sama untuk
    mengoptimalkan efisiensi operasional. Berdasarkan informasi yang dikompilasi oleh pihak ketiga
    independen tahun 2011 dengan menggunakan kaidah-kaidah JORC 2004, DBK mencatatkan sumber
    daya batu bara (tereka, tertunjuk, terukur) sebesar 226,1 juta ton, dengan cadangan (terkira &
    terbukti) batu bara sebesar 99,5 juta ton.

    Michael menambahkan, Perseroan akan melakukan pembaharuan cadangan dan sumber daya milik
    DBK, melaksanakan kegiatan eksplorasi lanjutan, serta penambangan batubara sesuai dengan
    Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disetujui oleh Pemerintah.
    Lebih lanjut, Perseroan melihat potensi mineral emas sebagai salah satu komoditas pertambangan
    yang penting dan bernilai tinggi. Oleh karena itu, Perseroan memasuki bisnis ini melalui anak
    usahanya, INTAM, yang memiliki wilayah konsesi pertambangan emas seluas 18.500 hektar di
    Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bersebelahan dengan dua konsesi emas lainnya di
    Sumbawa.

    “Diversifikasi usaha melalui penambangan emas ini merupakan bentuk transformasi perusahaan
    dalam memperkuat portofolio untuk bisnis yang lebih berkelanjutan. Melalui INTAM, Perseroan
    berharap dapat memberikan peningkatan kinerja yang substansial sehingga mampu berkontribusi
    memberikan nilai yang lebih baik bagi Pemegang Saham, perekonomian Indonesia, dan juga
    masyarakat sekitar,” lanjut Michael.

    Menyusul dicabutnya 2.078 Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh Pemerintah melalui Kementerian
    Investasi/Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) di awal tahun 2022, Perseroan menyambut baik
    keputusan Pemerintah untuk melakukan pembatalan atas pencabutan beberapa IUP, termasuk IUP
    milik dua anak usaha Perseroan, yaitu DBK dan INTAM. Setelah melakukan penelaahan, audiensi,
    penyampaian laporan serta pemenuhan seluruh kelengkapan administratif yang disyaratkan, maka
    BKPM membatalkan pencabutan IUP DBK dan INTAM, sehingga kedua anak usaha Perseroan tersebut
    dapat Kembali melanjutkan seluruh kegiatan operasional penambangan dan produksi di wilayah kerja
    miliknya. Saat ini, DBK dan INTAM tengah menyelesaikan proses administrasi tahap akhir yang
    dibutuhkan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pembatalan pencabutan IUP
    tersebut.

    ***

    Perseroan telah menginformasikan hal ini dalam Laporan Keuangan Interim Kuartal 2 per 30 Juni 2023 (ditelaah secara terbatas) yang telah di disampaikan melalui sistem pelaporan elektronik SPEIDX pada tanggal 30 Agustus 2023.

    Unduh artikel

  • Petrindo Jaya Kreasi : Penawaran Saham Perdana

    Petrindo Jaya Kreasi : Penawaran Saham Perdana

    Resmi Tercatat Di Bursa Efek Indonesia, Petrindo Jaya Kreasi Raih Pendanaan Rp 371,8 Miliar

    Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis Perseroan guna mendorong pertumbuhan industri pertambangan dalam negeri dan berkontribusi dalam mendorong perekonomian nasional

    Jakarta, 8 Maret 2023

    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, induk perusahaan yang mengelola anak usaha di bidang pertambangan batubara, resmi melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan dengan kode saham CUAN melepas 1,69 miliar saham biasa dengan harga penawaran Rp 220 per saham.

    Melalui aksi korporasi pertama ini, Perseroan berhasil memperoleh total pendanaan sebesar Rp371,8 miliar atau setara 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Rencana penggunaan dana IPO akan difokuskan untuk mengembangkan bisnis PT Tamtama Perkasa, anak perusahaannya yang merupakan produsen batubara termal berkualitas tinggi di Indonesia. Perseroan juga menerima lebih banyak permohonan saham 48,85x dari Perseroan yang ditawarkan dari porsi penyatuan kepada publik (oversubscribed).

    Michael, Presiden Direktur PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk mengatakan, “Kami mengapresiasi antusiasme yang luar biasa dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam debut perdana kami di pasar modal sehingga IPO kami terserap seluruhnya. Hal ini menunjukkan optimisme dan kepercayaan masyarakat terhadap bisnis pertambangan yang semakin menunjukkan tren pertumbuhan yang baik. Melalui anak perusahaan kami PT Tamtama Perkasa, kami berkomitmen untuk menjalankan bisnis pertambangan batubara berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi kemajuan industri nasional sehingga dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

    Setelah dikurangi semua biaya yang terkait dengan IPO, dana tersebut akan disalurkan kepada PT Tamtama Perkasa, yang 39,95% akan digunakan untuk membangun intermediate stockpile (ISP) dan infrastruktur pendukungnya dan sisanya 60,05% sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung kegiatan penambangan dan produksi batubara.

    Perseroan mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 28 Februari 2023, melakukan masa penawaran umum pada tanggal 2-6 Maret 2023, dan resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada tanggal 8 Maret 2023. Perseroan menunjuk Henan Putihrai Sekuritas dan BNI Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi dengan komitmen penuh IPO.

    Unduh artikel